Sabtu, 01 Desember 2012

Sistem Informasi Kesehatan

1. Konsep Dan Gambaran Umum Mengenai Kesehatan
Definisi kesehatan menurut UU Kesehatan No. 23 thn. 1992 à Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup secara produktif baik secara sosial maupun ekonomi.


Sarana Kesehatan
•    UK dasar : Puskesmas, Balai Pengobatan, praktek dokter, RS tipe D
•    UK rujukan: RS tipe A, B atau C
•    UK  penunjang : Lab. kesehatan, Apotek
•    Pendidikan dan pelatihan : sekolah dan akademi kesehatan
•    Penelitian dan pengembangan IPTEK di bidang kesehatan



Upaya Kesehatan Dilakukan Dengan Beberapa Pendekatan, antara lain :
•    Pemeliharaan kesehatan
•    Peningkatan kesehatan (Promotif)
•    Pencegahan penyakit (Preventif)
•    Pengobatan penyakit (Kuratif)
•    Pemulihan penyakit (Rehabilitatif)
    Semuanya dilakukan menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
•    Paradigma Sehat merupakan salah satu bentuk antisipasi dalam pembangunan kesehatan.
•    Paradigma baru pelayanan kesehatan lebih difokuskan pada upaya promotif dan preventif,            
     pelaksanaan upaya kesehatan lebih diintegrasikan, kesehatan dipandang sebagai investasi,
     masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan kesehatan, adanya desentralisasi
     dalam pelayanan kesehatan.


Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan :
•    Tersedia dan berkesinambungan
•    Dapat diterima dan wajar
•    Mudah dicapai
•    Mudah dijangkau
•    Bermutu





Organisasi pelayanan  kesehatan akan senantiasa berubah sesuai dengan pertumbuhan dan pengaruh lingkungan. Perubahan akan terjadi dalam 5 C:
1.  Country
•    Perubahan kebijakan dengan peningkatan peran swasta
•    Deregulasi
•    Pengembangan investasi asing
•    Kebijaksanaan bea pasar bebas
2.  Costs
•    Konsep fee for service
•    Pembayaran tunai berubah menjadi kapitasi dan asuransi kesehatan
3.  Customer
•    orientasi pelanggan dengan peningkatan pelayanan yang berkualitas, cepat dan menyenangkan
•    Perubahan demografi dan perubahan pola penyakit juga membutuhkan perubahan teknologi pelayanan kesehatan
4. Competitor
•    Masuknya rumah sakit dengan modal asing
5.  Company
•    Organisasi rumah sakit jelas harus berubah agar dapat mengantisipasi berbagai perubahan diatas

2. Pengertian Sistem Informasi Kesehatan
Sistem Informasi Kesehatan (SIK)  adalah integrasi antara perangkat, prosedur  dan kebijakan yang digunakan untuk mengelola siklus informasi secara sistematis untuk mendukung pelaksanaan manajemen kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam kerangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam literature lain menyebutkan bahwa SIK adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan di semua tingkt pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Informasi kesehatan selalu diperlukan dalam pembuatan program kesehatan mulai dari analisis situasi, penentuan prioritas, pembuatan alternatif solusi, pengembangan program, pelaksanaan dan pemantauan hingga proses evaluasi terhadap pelaksanaan program-program kesehatan.
Peranan SIK dalam Sistem Kesehatan
Menurut WHO, sistem informasi kesehatan merupakan salah satu dari 6 “building block” atau komponen utama dalam sistem kesehatan di suatu Negara. Keenam komponen (building block) sistem kesehatan tersebut adalah:
  1. Service delivery (pelaksanaan pelayanan kesehatan)
  2. Medical product, vaccine, and technologies (produk medis, vaksin, dan teknologi kesehatan)
  3. Health worksforce (tenaga medis)
  4. Health system financing (system pembiayaan kesehatan)
  5. Health information system (sistem informasi kesehatan)
  6. Leadership and governance (kepemimpinan dan pemerintah)
Sedangkan di dalam tatanan Sistem Kesehatan Nasional, SIK merupakan bagian dari sub sistem ke 6 yaitu pada sub sistem manajemen, informasi dan regulasi kesehatan. Sub sistem manajemen dan informasi kesehatan merupakan subsistem yang mengelola fungsi-fungsi kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, informasi kesehatan dan hokum kesehatan yang memadai dan mampu menunjang penyelenggaraan upaya kesehatan nasional agar berhasil guna, berdaya guna, dan mendukung penyelenggaraan ke-6 subsistem lain di dalam SKN sebagai satu kesatuan yang terpadu.
Adapun sub sistem dalam Sistem Kesehatan Nasional Indonesia, yaitu:
  1. Upaya kesehatan
  2. Penelitian dan pengembangan kesehatan
  3. Pembiayaan kesehatan
  4. Sumber daya manusia (SDM) kesehatan
  5. Sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan
  6. Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan
  7. Pemberdayaan masyarakat.
Dalam pengembangan Sistem Informasi Kesehatan,  harus dibangun komitmen setiap unit infrastruktur pelayanan kesehatan agar setiap Sistem Informasi kesehatan berjalan dengan baik dan yang lebih terpenting menggunakan teknologi komputer dalam mengimplementasikan Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer Based Information System).
Melalui hasil pengembangan sistem informasi ini maka diharapkan dapa menghasilkan hal-hal sebagai berikut :
  1. Perangkat lunak tersebut dikembangkan sesuai dengan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah daerah.
  2. Dengan menggunakan open system tersebut diharapkan jaringan akan bersifat interoperable dengan jaringan lain.
  3. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mensosialisasikan dan mendorong pengembangan dan penggunaan Local Area Network di dalam kluster unit pelayanan kesehatan baik pemerintah dan swasta sebagai komponen sistem di masa depan.
  4. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan kemampuan dalam teknologi informasi video, suara, dan data nirkabel universal di dalam Wide Area Network yang efektif, homogen dan efisien sebagai bagian dari jaringan sistem informasi pemerintah daerah.
  5. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan, mengembangkan dan memelihara pusat penyimpanan data dan informasi yang menyimpan direktori materi teknologi informasi yang komprehensif.
  6. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara proaktif mencari, menganalisis, memahami, menyebarluaskan dan mempertukarkan secara elektronis data/informasi bagi seluruh stakeholders.
  7. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan memanfaatkan website dan access point lain agar data kesehatan dan kedokteran dapat dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab dan dalam rangka memperbaiki pelayanan kesehatan sehingga kepuasan pengguna dapat dicapai sebaik-baiknya.
  8. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan pengembangan manajemen SDM sistem informasi mulai dari rekrutmen, penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian pekerjaan, penggajian dan pengembangan karir.
  9. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan unit organisasi pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat yang berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan data/informasi kesehatan dan kedokteran.
  10. Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk, pelayanan organisasi, untuk mendukung agar organisasi dapat meraih keunggulan kompetitif.
  11. Mengarah pada peluang-peluang strategis yang dapat ditemukan.

Contoh-Contoh Sistem Informasi Kesehatan
1. Penggunaan Sistem Informasi Untuk Administrasi Kesehatan Masyarakat 
Organisasi kesehatan masyarakat memerlukan sistem informasi yang dirancang dengan baik yang dimaksudkan untuk membuat penggunaan secara optimal dari pemasangan penawaran  yang berhubungan dengan data kesehatan . Organisasi bergantung pada sistem ini untuk menginformasikan pengambilan keputusan manajerial dan meningkatkan pelayanan di berbagai bidang seperti surveilans epidemiologi,penilaian hasil-hasil pelayanan kesehatan, program dan klinik administrasi, evaluasi program dan pengukuran kinerja, perencanaan kesehatan masyarakat, dan analisis kebijakan. Pertimbangan desain kunci dalam mengembangkan sistem informasi termasuk layanan- based dan berbasis populasi aplikasi tujuan, unit analisis, data sumber, metode data keterkaitan, pemilihan teknologi dan integrasi strategis, dan perlindungan informasi privasi. Kumpulan berkembang model dan sumber daya sekarang ada untuk mengembangkan sistem informasi yang efektif untuk kesehatan masyarakat organisasi.

Sistem informasi telah muncul sebagai komponen utama kesehatan masyarakat. Hari ini, sistem informasi menyediakan data riil untuk memandu pengambilan keputusan di bidang kesehatan masyarakat. Terbitnya  sistem informasi kesehatan (Hiss) memiliki tiga dasar sumber penting yaitu : (l) memperluas data yang sesuai dengan sumber masyarakat maupun perorangan (2) kemajuan teknologi informasi (TI), dan (3) semakin dikenalnya kekuatan informasi di kesehatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Data administratif dari pelayanan kesehatan masyarakat dan swasta serta asuransi mengandung sejarah elektronik dari biaya perawatan dan penggunaan pelayanan kesehatan.Survei pemerintah memberikan tingkat belum pernah terjadi sebelumnya rinci di- formasi pada status kesehatan, status fungsional, penggunaan perawatan medis dan expendi- membangun struktur, nutrisi, faktor sosiodemografi, dan perilaku kesehatan.
Organisasi pelayanan kesehatan masyarakat bergantung pada sistem informasi untuk mendukungb sejumlah kegiatan  utama, termasuk:
a.      Epidemiologi penyakit dan surveilans faktor risiko
b.      Menilai kegiatan pengobatan dan kesehatan masyarakat
c.      Administrasi dan program (tagihan, persediaan, rekam medis, pemanfaatan pelayanan ), analisis produktivitas dan efektifitas biaya
d.      Analisis Pemanfaatan dan estimasi permintaan
e.      Program perencanaan dan evaluasi
f.       Jaminan kualitas dan pengukuran kinerja
g.      Analisis kebijakan kesehatan masyarakat
h.     Penelitian klinis
i.       Pendidikan kesehatan dan penyebaran informasi kesehatan
            Teknologi informasi kini telah maju ke titik dimana satu tahun medicare program sekitar 200 juta pengamatan bias dilakukan melalui computer pribadi. Perkembangan teknologi informasi secara dramatis  mempengaruhi organisasi kesehatan masyarakat dan peranan historis mereka dalam mengumpulkan dan menyebarkan data. Statistic vital dan register penyakit memiliki fungsi baik di tingkat local maupun nasional yang mempengaruhi tingkat pengambilan keputusan. Namun sumber daya yang mengelola system informasi kesehatan sulit dikembangkan untuk mengatasi tantangan kesehatan masyarakat saat ini. Untuk menjadikan system informasi kesehatan menjadi efektif, administrator kesehatan harus mampu menilai sumber data yang tersedia, cetak biru desain yang dapat mengekstraksi informasi menjadi pengetahuan dan mengevaluasi manfaat yang dapat diperoleh dari system ini.

Konsep, sumber daya, dan contoh sistem informasi kesehatan untuk organisasi kesehatan masyarakat. Isu dan implikasi pengembangan system informasi kesehatan  dieksplorasi dalam 5 bidang berikut :
1.    Konsep kontemporer dan aplikasi system informasi dalam bidang kesehatan masyarakat
2.    Desain system informasi
3.    Ketersediaan data base
4.    Model opersional
Privasi dan keamanan




Sumber Sumber :
Scribd. 2012. Sistem Informasi Kesehatan. http://www.SISTEM-INFORMASI-KESEHATAn.htm
http://dinkes-sulsel.go.id/new/index.php?option=com_content&task=view&id=797&Itemid=1
http://sikkotasemarang.wordpress.com/2011/11/24/definisi-sistem-informasi-kesehatan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar