Selasa, 27 November 2012

Sistem Informasi Manajemen

1. Pengertian Manajemen
         Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.

Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

1. Manajemen sebagai suatu proses,

2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,

3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)


2. Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.

Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Parapemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya.

Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah
3. Bentuk Aktivitas Manajemen






1. Perencanaan Strategis
Merupakan kegiatan manajemen tingkatt atas (top manager).
Menurut Frederick H. Wu (Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen)
“Perencanaan Strategis” adalah proses evaluasi lingkungan organisasi,penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi-strategi.
a.    Proses evaluasi lingkungan luar organisasi
Lingkungan luar organisasi selalu berubah, pengaruh lingkungan luar dapat berupa kesempatan pasar, teknologi, tekanan politik, social,persaingan, inflasi dan lain sebagainya.
Lingkungan luar dapat mempengaruhi jalannya organisasi dan perubahan ini mungkin dapat mengakibatkan perubahan strategi yang sudah ditetapkan.
b.    Penentuan tujuan
Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan ditetapkan oleh manajemen tingkat atas dalam proses perencanaan strategis yang bersifat jangka panjang.
c.    Penentuan strategis
Manajemen tingkat atas menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan organisasi dengan strategi mengerahkan semua kemampuan yang berupa sumberdaya organisasi seperti material,modal, personil dan sumberdaya serta kesempatan lingkungan luar  organisasi dengan maksud mencapai tujuan organisasi.
2. Pengendalian Manajemen
Adalah proses meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang sudah ditetapkan dengan efektif dan efisien.
Pengendalian manajemen merupakan tindakan taktik (tactical level), yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategis dapat dilakukan dengan berhasil (biasanya bersifat jangka pendek kurang lebih satu tahun).
3. Pengendalian Operasi
Adalah proses meyakinkan bahwa setiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.

4. Pengertian Perusahaan
Pengertian atau definisi Perusahaan ialah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena ‘ kebutuhan ‘ manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah ‘ proses ‘ di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah ‘ tempat melakukan proses ‘ sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.
Untuk menghasilkan barang siap konsumsi, perusahaan memerlukan bahan – bahan dan faktor pendukung lainnya, seperti bahan baku, bahan pembantu, peralatan dan tenaga kerja. Untuk memperoleh bahan baku dan bahan pembantu serta tenaga kerja dikeluarkan sejumlah biaya yang disebut biaya produksi.
Hasil dari kegiatan produksi adalah barang atau jasa, barang atau jasa inilah yang akan dijual untuk memperoleh kembali biaya yang dikeluarkan. Jika hasil penjualan barang atau jasa lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka perusahaan tersebut memperoleh keuntungan dan sebalik jika hasil jumlah hasil penjualan barang atau jasa lebih kecil dari jumlah biaya yang dikeluarkan maka perusaahaan tersebut akan mengalami kerugian. Dengan demikian dalam menghasilkan barang perusahaan menggabungkan beberapa faktor produksi untuk mencapi tujuan yaitu keuntungan.
Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam.

5. Hal-hal yang perlu di manage antara lain :
1.    Mobilitas perusahaan : karena jalannya sebuah perusahaan tergantung pada kerja manajer itu        sendiri.
2.    Langkah perusahaan : keputusan dari seorang manajer yang menentukan apa yang akan terjadi    pada sebuah perusahaan

6. Siapa Itu Manajer ???
Manajer adalah orang yang menjalankan kegiatan manajemen kegiatan itu berupa : Perencanaan,pengorganisasian,pengimplemantasian,controlling,dll. Dalam berbagai jenis organisasi, istilah manajer dapat dipresentasikan oleh istilah lain seperti presiden, ketua, wakil presiden, wakil ketua, kepala bagian dan seterusnya. Berberapa keahlian yang di perlukan agar para manajer  dapat menjalankan fungsi – fungsi manajemennya dengan baik, fungsi tersebut di antaranya adalah keahlian teknis, keahlian konseptual, keahlian berkomunikasi dan berinteraksi, keahlian dalam pengambilan keputusan , keahlian dalam pengaturan waktu, keahlian dalam manajemen global, serta keahlian dalam teknologi. Ada Berberapa tingkatan manajemen yang di kaitkan  dengan peran dan tugasnya sekaligus juga keahlian – keahlian yang dimilikinya, yaitu manajemen tingkat puncak, manajemen tingkat menengah, manajemen supervisor, manajemen non-supervisor, masing – masing tingkatan manajemen tersebut mempunyai keahlian – keahlian tertentu dalam menjalamkan peran dan tugasnya masing – masing. Berdasarkan pengalaman para manajemer dalam menjalankan organisasi maupun kenyataan yang bisa didapat di lapangan, manajemen dapat dipahami sebagai sebuah pengetahuan sekaligus juga pengalaman, oleh karna itu bagi mereka yang ingin menjadi seorang manajer , maka kedua aspek yaitu pengetahuan dan pengalaman perlu untuk di kuasai secara bersamaan. Berdasarkan kenyataan bahwa manajemen adalah pengetahuan sekaligus jga pengalaman dalam praktiknya, ilmu manajemen memiliki sebagai sisi sains namun jga sebagai sisi seni dalam menyelesaikan suatu pekerjaan

7. Peran Manajer Dan Yang Dibutuhkan Seorang Manajer
Peranan yang dimainkan oleh manajer terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Peran antarpribadi
Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
2. Peran informasi
Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3. Peran pengambilan keputusan
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Manajer yang memimpin beberapa karyawan, biasanya memberikan pelimpahan masalah kepada karyawannya berupa tugas-tugas pekerjaan yang harus di selesaikan tepat pada waktunya. Untuk itu, seorang manajer harus mampu memberikan keputusan bagi tugas yang telah dikerjakan oleh karyawannya demi terjaminnya mutu kerja yang telah dijunjung bersama. Konflik yang diciptakan oleh seorang manajer bagi karyawannya ini bertujuan untuk meningkatkan sepak terjang para karyawan dalam bekerja, sehingga tujuan perusahan bisa terwujud dengan baik. Sebagai contoh, manajer sebuah perusahaan yang bergelut dibidang pemrograman, biasanya memberikan konflik berupa tugas kepada karyawannya untuk membuat sebuah program. Kemudian bila program telah dibuat, maka manajer harus menganalisa program tersebut dan memberikan keputusan apakah program tersebut layak dan sesuai permintaan atau belum. Bila program tersebut belum layak, maka manajer memberikan perbaikan atau meminta karyawannya untuk memperbaiki kesalahan yang ada pada program tersebut dengan waktu yang sesingkat mungkin.
Untuk menghidari hal seperti itu, manajer harus mempunyai beberapa keterampilan, diantaranya:
1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi.
2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Manajer harus mahir berkomunikasi atau memiliki keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan.
3. Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya membuat program komputer, memperbaiki mesin, akuntansi , dan lain-lain.
Dengan dibekali keterampilan diatas, seorang manajer akan lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi pada perusahaan, selain itu dia juga akan dapat segera membuat pemecahan dari masalah tersebut. Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu sistem dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasikan subsistem-subsistem dalam perusahaan. Dalam mengidentifikasikan masalah, manajer bergerak dari tingkat sistem ke subsistem dan menganalisis bagian-bagian sistem menurut suatu urutan tertentu. Dalam memecahkan masalah manajer mengidentifikasikan berbagai solusi alternative, mengevaluasinya, memilih yang terbaik, menerapkannya, dan membuat suatu tindakan untuk memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagai mana mestinya.

Hubungan Antara Level Manajemen Dengan Kebutuhan Informasi Manajemen

Level Manajemen
1. Tingkat Atas ( Direktur/Wakil Direktur)
2. Manajemen Tingkat Menengah ( Manajer)
3. Manajemen Tingkat Bawah (Supervisor)
3. Operasional (Staff)








8. Walaupun manajer akan menghasilkan informasi akan tetapi manajer juga membutuhkan informasi Karena manajer baru akan melakukan tindakan pada sebuah organisasi atau perusahaan apabila telah menerima informasi.

9. Jenis-Jenis Perusahaanm, Karakteristik Perusahaan, dan Kebutuhan Informasi tiap perusahaan

1.    Badan Usaha
Perusahaan adalah kesatuan teknis yang bertujuan untuk menghasilkan barang/jasa. Perusahaan disebut juga sebagai pabrik atau tempat mengolah sumber2 ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan, yakni mencapai keuntungan.
Badan Usaha adalah kesatuan organisasi yang terdiri dari modal dan tenaga kerja yang bertujuan untuk mencari keuntungan atau kesatuan yuridis dan ekonomi yang bertujuan mencari laba. Untuk mencapai tujuan, badan usaha harus mempunyai perusahaan.
Berdasakan garis besar, badan usaha dapat digolongkan menjadi:
1)      Badan Usaha Milik Negara
2)      Badan Usaha Milik Swasta
3)      Badan Usaha Campuran
4)      Badan Usaha Milik Daerah
Berdasarkan lapangan usahanya dibedakan menjadi:
1)      Badan Usaha Ekstraktif adalah usaha yang bergerak di bidang pengambilan kekayaan alam yang telah tersedia tanpa mengubah sifatnya. Contoh : usaha pertambangan.
2)      Badan Usaha Agraris adalah usaha yang bergerak di bidang pengolahan tanah seperti pertanian, perkebunan, perikanan.
3)      Badan Usaha Industri adalah usaha yang bergerak dalam pengolahan bahan baku menjadi barang jadi atau bahan setengah jadi. Contohnya tekstil, semen, dll.
4)      Badan Usaha Perdagangan adalah usaha yang melakukan kegiatan membeli barang untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya. Contohnya supermarket, minimarket, dll.
5)      Badan Usaha Jasa adalah usaha yang melakukan kegiatan memberi pelayanan jasa kepada masyarakat umum. Contohnya usaha angkot, asuransi, hotel, dll.
1.    Badan Usaha Swasta
Dimiliki dan dijalankan oleh individu atau sekelompok orang yang mencari laba. Jenisnya adalah:
1.    Badan usaha perseorangan : dikelola sendiri selaku perorangan. Contohnya pedagang kaki lima.
2.    Persekutuan Firma (Fa) :  suatu badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih dan menjalankan usahanya menggunakan nama bersama. Tanggung jawab anggota firma tidak terbatas. Laba yang diperoleh akan dibagi kepada seluruh anggota firma berdasarkan besar kecilnya modal yang disertakan. Setiap anggota firma berhak bertindak atas nama firma, sehingga bila salah seorang anggota dirma melakukan tindakan ayng menimbulkan resiko, maka resiko2 tersebut menjadi tanggung jawab anggota firma yang lain. Disebut tanggung jawab setia kawan. Misalnya praktek dokter bersama.
3.    Persekutuan Komanditer (CV / Commanditer venootscaphy) : yang membedakan CV dengan Firma adalah tanggungjawabnya dan keikut serta anggotanya. CV punya 2 jenis anggota (sekutu) yaitu anggota aktif dan anggota pasif.
Anggota Aktif adalah anggota yang bertindak sebagai pengelola perusahaan. Anggota ini bertanggung jawab penuh. Dapat mengambil keputusan dengan cepat tanpa perlu bertanya atau berkonsultasi dengan persero pasif.
Anggota Pasif (komanditer) berperan sebagai penanam modal CV. Tidak terlibat dalam pengelolaan CV sehari-hari. Tidak bisa ikut campur karena terbatas menurut modal yang disetorkannya. Jika CV bangkrut, maka kekayaan pribadi anggota aktif digunakan untuk melunasi utang-utang perusahaan. Anggota pasif berhak menuntut modalnya kepada anggota aktif, meskipun akan menemui kesulitan dalam menarik modalnya kembali.
d. Perseroan Terbatas (PT)
Badan usaha yang berbadan hukum, didirikan oleh beberapa orang dan modalnya terdiri dari saham-saham (surat sero). Tanggung jawab terbatas. Kekuasaan tertinggi terdapat pada Rapat Umum Pemegang Sahan. Ketentuannya 1 lembar saham memiliki 1 suara. Jika pemegang saham tidak datang, maka hak suaranya dapat diserahkan pada orang lain yang disebut “PROXY”. Pendirian PT harus dengan persetujuan notaris dan meminta persetujuan kepada mentri kehakiman dan dipimpin oleh seorang Direksi (direktur).
1.    PT Terbuka
2.    PT Tertutup
3.    PT Kosong
4.    PT Negara
Perbedaan saham:
Saham biasa (common stocks)
•    Dividen dibayarkan sepanjang perusahaan memperoleh laba
•    Memiliki hak suara
•    Hak memperoleh pembagian kekayaan perusahaan apabila bangkrut, namun setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi.
Saham Preferen (Preffered stocks)
•    Memiliki hak paling dulu memperoleh dividen
•    Tidak memiliki hak suara
•    Dapat mempengaruhi manajemen perusahaan terutama dalam pencalonan pengurus
•    Memiliki hak pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham, apabila perusahaan dilikuidasi namun setelah kewajiban utang dilunasi.
•    Kemungkinan dapat memperoleh tambahan dari pembagian laba perusahaan, disamping penghasilan yang diterima secara tetap.
e. Yayasan
Badan usaha yang dibentuk untuk menyediakan jasa di bidang sosial, pendidikan, agama dan jasa non bisnis lainnya. Yayasan tidak mengeluarkan saham karena tidak ada dividen yang dibayarkan, dan tidak ada yang tertarik untuk membeli atau menjual saham yayasan. Keuntungan lain yayasan adalah yayasan bukan object pajak sehingga tidak dikenai pajak.
f. Koperasi
Sesuai dengan UU RI no.25 tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koerasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
3. Peranan Badan Usaha Swasta dalam Perekonomian Indonesia
1.   
1.    Membantu membuka kesempatan kerja.
2.    Membantu meningkatkan atau menambah pendapatan negara.
Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 pelaku kegiatan perekonomian Indonesia adalah pemerintah dan swasta.
4. Bentuk-bentuk BUMN
1.   
1.    PERJAN (perusahaan negara jawatan)
2.    PERUM (Perusahaan Negara Umum)
3.    PERSERO (Perusahaan Negara Perseroan)
5. Peran BUMN dan BUMD dalam Perekonomian
Faktor yang membuat BUMN sering rugi:
•    Selain diharapkan menghasilkan keuntungan, BUMN diwajibkan melaksanakan fungsi sosial. BUMN sering dipaksa menerapkan harga di bawah harga produksi untuk memberi subsidi kepada masyarakat.
•    Banyak BUMN yang terus menerima tambahan pekerja hanya untuk memenuhi sasaran menciptakan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran. Hal ini bisa mengurangi laba dan efisiensi BUMN tersebut.
•    Seringkali keputusan penting diambil pleh pemerintah sehingga manajer atau pengelola BUMN tidak bisa berbuat banyak.
a. BUMD
Badan usaha yang diatur melalui peraturan daerah untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Modal BUMD merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Tujuannya:
1.    Ikut serta melaksanakan pembangunan ekonomi nasional pada umumnya dan pembangunan daerah pada khususnya.
2.    Meningkatkan pendapatan daerah yang bersangkutan.
Kegiatan usaha BUMD satu daerah dengan lainnya berbeda, sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah dan disahkan oleh instansi atasannya. Contohnnya:
BUMD tingkat I disahkan oleh gubernur
BUMD tingkat II disahkan oleh Menteri Dalam Negeri.
b. Kebaikan BUMD dan BUMN
•    Melayani kepentingan umum
•    Kelangsungan hidup terjamin
•    Tidak mengalami kesuliatan modal karena modal berasal dari kekayaan negara atau daerah yang dipisahkan.
•    Status pegawai diatur oleh peraturan pemerintah atau daerah sehingga menimbulkan rasa aman bagi para karyawan.
•    Jika menderita kerugian, yang menanggung adalah pemerintah
•    Menjalankan usaha vital yang jarang digarap oleh pihak swasta.
•    Pengawasan disalurkan terhadap semua anggota organisasi secara berjenjang dan berkesinambungan sehingga tujuan BUMN dan BUMD dapat terwujud.
c. Kelemahan BUMN dan BUMD
•    Pegawai kurang disiplin karena banyak mendapat fasilitas negara.
•    Birokrasi pemerintah yang panjang membuat BUMN dan BUMD tidak efisien dalam melakukan tugasnya.
•    Keterbatasan kemampuan dan keahlian dalam menglola BUMN dan BUMD sehingga sering menderita kerugian.

10. Informasi Yang dibutuhkan Perusahaan
1.    Rencana jangka panjang perusahaan? Dari jumlah orang apakah akan makin banyak atau makin sedikit ? dari sisi perusahaan, apakah dengan bisnis yang sama dengan banyak outlet, atau bisnis yang beragam dengan single outlet ?
2.    Lihat hitung-hitungan finansial perusahaan anda, seberapa budget untuk personel cost dibandingkan dengan sales, khususnya untuk pengembangan program tersebut? Ini perlu diketahui agar semua usulan yang anda buat tidak mentok gara-gara dari segi budgeting tidak klop.
3.    Pelajari kembali levelling di perusahaan anda? Apakah jenjang jabatan di tempat anda mulai dari staff hingga director lebih dari 5 jenjang ? Semakin banyak jenjang semakin banyak yang harus anda lakukan sebaliknya semakin sedikit jenjang semakin sedikit yang perlu anda lakukan. Melihat negeri kita yang diperkirakan masih sakit hingga 5 tahun ke depan , ada baiknya mulai dipikirkan untuk mengurangi jenjang jabatan, merestrukturisasi organisasi, menata ulang posisi , dan melakukan Business Process Reesngineering.
4.    Pelajari kembali seluruh sistem HR di tempat anda, apakah fungsi-fungsi HR mulai dari Rekrutmen, Training & Pengembangan, Compensation & Benefit, Performance Management, Career Development, Industrial relation, Employee Relation, terintegrasi atau terpisah-pisah? Semakin berupa potongan yang tak membentuk , maka semakin banyak yang harus anda lakukan.
5.    Khusus dalam bidang Training & Development, apakah filosofi belajar di perusahaan anda masih berupa “training” atau sudah “learning organization” ? Apakah pengembangan karyawan masih dirasakan sebagai “melulu tanggungjawab” orang dari department training atau sudah “merupakan tanggung jawab manager lini” ? jawaban atas pertanyaan ini akan membuat apa yang harus anda lakukan menjadi lain.

11. Contoh-Contoh Sistem Informasi Manajemen.
1.    Sistem informasi manajemen pada sebuah Perpustakaan
Input.
- Nama peminjam.
- Tanggal peminjaman.
- Jumlah buku yang di pinjam.

Proses.
Proses meminjam buku di perpustakaan, biasanya membuat kartu perpustakaan terlebih dahulu/ menggunakan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), lalu registrasi, setelah itu kita bisa langsung memilih buku mana yang kita perlukan.

Output.
Output setelah kita melakukan proses tersebut adalah buku yang kita pinjam.

Mekanisme kontrol.
Biasanya buku – buku di perpustakaan dikontrol setiap minggunya.

Lingkungan.
Selain mahasiswa, staff dan dosen juga diperkenankan meminjam buku di perpustakaan.
2.    Sistem informasi manajemen pada sebuah bank :
Input
-Nama Nasabah
-Tanggal penyetoran dari nasabah
-jumlah uang yang disetor ke bank

Proses
Proses penyetoran di bank, pertama melakukan pendaftaran dengan  menyerahkan identitas lengkap yang biasanya menggunakan KTP, setelah pendaftaran selesai kemudian mendapatkan nomor rekening dan dapat langsung melakukan penyetoran

Output
Setelah melakukan penyetoran maka uang tersimpan di bank dan nasabah diberikan buku tabungan yang dibawa setiap melakukan penyetoran

Mekanisme Kontrol
Tidak ada sistem pengontrolan berjangka karena data yang dimasukkan dari suatu nasabah merupakan data yang valid, pengontrolan akan dilakukan apabila terdapat masalah.

Lingkungan
Bank meneripa nasabah diatas delapan belas tahun, apabila nasabah dibawah delapan belas tahun maka nasabah harus menyertakan Kartu Keluarga sebagai persyaratan tambahan

Diambil Dari Berbagai Sumber
Salah satu sumber : Wahyudi Kumorotomo  dan Subando Agus Margono, Sistem Informasi Manajemen, 2001

Tidak ada komentar:

Posting Komentar